Tampilkan postingan dengan label Fiqh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiqh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2011

Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Ramadhan


Oleh Ust. Fathuddin Ja’far, MA Chairman of Spiritual Learning Centre (SLC)

Ramadhan memiliki aturan main yang perlu ditaati, agar proses dan pelaksanaan ibadahnya, khususnya shaum Ramadhan dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Paling tidak ada sembilan hal terkait aturan main yang perlu diketahui sebelum kita melaksanakan ibadah shaum Ramadhan :

Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Ramadhan (2)


Oleh Ust. Fathuddin Ja’far, MA Chairman of Spiritual Learning Centre (SLC)

Sebagaimana semua ajaran Islam itu ada adab atau kode etiknya, maka shaum juga ada adabnya. Di antaranya :

1. Sahur (Makan Sahur). Bersabda Rasul Saw. : Bersahurlah kamu sekalian karena sahur itu ada berkahnya. (HR. Bukhari dan Muslim). Waktu sahur itu dari pertengahan malam sampai terbit fajar (saat waktu shalat subuh masuk). Tetapi diperlambat sampai mendekati terbit fajar lebihdianjurkan.

Sabtu, 02 Juli 2011

Antara Fiqh Pergerakan VS Fiqh Tekstual

 Oleh: Sayyid Qutb
Fiqh Islam tidak lahir diruang hampa. Fiqh Islam tumbuh dan berkembang seiring pergerakannya dalam merespon keperluan-keperluan riil kehidupan umat Islam. Bukan fiqh Islam yang melahirkan masyarakat Islam, tetapi masyarakat Islamlah yang melahirkan fiqh Islam.

Dua fakta sejarah ini mempunyai makna yang besar. Ia sangat juga sangat penting untuk memahami dan menyelami tabiat fiqh Islam dan tabita bergerak yang dimilikinya.

Selasa, 05 April 2011

Urgensi Tarbiyah Dzatiyah



Tarbiyah Dzatiyah adalah sejumlah sarana tarbiyah (pembinaan) yang diberikan oleh seorang muslim atau muslimah kepada dirinya sendiri untuk membentuk kepribadian Islami yang sempurna dalam segala aspeknya, baik ruhiyah, fikriyah, maupun jasadiyah. Dengan demikian, secara singkat tarbiyah dzatiyah bisa diartikan sebagai tarbiyah mandiri.

Urgensi Tarbiyah Dzatiyah
Setidaknya ada 8 Urgensi tarbiyah dzatiyah pada zaman sekarang ini: (1) Menjaga diri mesti didahulukan daripada menjaga orang lain, (2) Jika Anda tidak mentarbiyah diri Anda, siapa yang mentarbiyah Anda?, (3) Hisab kelak bersifat individual, (4) Tarbiyah dzatiyah itu lebih mampu menghasilkan perubahan, (5) Tarbiyah dzatiyah adalah saran tsabat dan istiqamah, (6) Sarana dakwah yang paling kuat, (7) Cara yang benar dalam memperbaiki realitas yang ada, dan (8) Karena keistimewaan tarbiyah dzatiyah.

Senin, 04 April 2011

Menakar Tsiqah Kita Kepada Pemimpin



Tsiqah dalam Sirah
Dalam Shahih Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa dalam perjanjian Hudaibiyah. Umar ibnul Khaththab Ra tidak puas akan kebijakan yang diambil Rasulullah Saw. Ia berkata, ‘Kemudian aku datangi Rasulullah Saw. lalu aku tanyakan padanya.
‘Bukankah engkau Rasulullah Saw.?’.
Beliau menjawab, ‘Ya, benar’. ‘
Bukankah engkau di pihak yang benar dan musuh kita berada di atas kebatilan?’, tanyaku.
Jawab Nabi, ‘Ya, benar’. 

‘Bukankah orang-orang kita yang terbunuh akan masuk surga dan orang-orang mereka yang terbunuh akan masuk neraka?’, tanyaku kembali.
‘Ya, benar’, jawab Rasulullah Saw.
‘Lalu kenapa kita menyetujui agama kita direndahkan’, tanyaku lagi.
‘Sesungguhnya aku adalah Rasulullah, aku tidak akan menyalahi perintah-Nya dan Dia pasti membelaku’, jawab Nabi.
‘Bukankah engkau telah menjanjikan bahwa kita akan datang ke Baitullah untuk melakukan thawaf?’, tanyaku.
‘Ya, benar’, tetapi apakah aku mengatakan kepadamu bahwa engkau akan datang pada tahun ini’, jawab beliau.
Aku menjawab, ‘Tidak’.
‘Engkau pasti akan datang dan thawaf di Baitullah’, tegas Nabi Saw.

Hal-Hal Yang Menodai Tauhid

Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin

Termasuk perbuatan dosa besar yang menodai tauhid seseorang adalah merasa aman dari siksa dan adzab Allah subhanahu wa ta'ala dan berputus asa dari rahmat-Nya. Haramnya merasa aman dari siksa/makar Allah berdasarkan firman-Nya,

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللهِ فَلاَيَأْمَنُ مَكْرَ اللهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ {99}

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga) Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”. (QS. Al-A’raf:99)

Ayat ini memberikan beberapa faidah di antaranya:

Jumat, 01 April 2011

10 Tarbiyah Characters (Muwashofat Tarbiyah)



1. Salimul Aqidah (Good Faith)

Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan- ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162). Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

2. Shahihul Ibadah (Right Devotion)

Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: ’shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.’

Kamis, 31 Maret 2011

Menyerang Qiyadah Melumpuhkan Dakwah


Muhammad Abdullah Al Khatib*
...
Wahai Ikhwan, karena dakwah kalian merupakan kekuatan besar melawan kedzoliman, maka wajar kalau mereka mengerahkan segala senjata dan kemampuan untuk menghadapi dakwah kalian, bahkan tidak ada satu pun cara kecuali mereka manfaatkan untuk memerangi dan memberangus dakwah kalian.

Cara paling berbahaya yang digunakan oleh musuh yang licik adalah upaya menimbulkan friksi internal di dalam dakwah, sehingga mereka dapat memenangkan pertarungan karena kekuatan dakwah melemah akibat terpecah belah. Dan hal yang paling efektif menimbulkan friksi internal dalam dakwah adalah hilangnya tsiqah antara prajurit dan pimpinan. Sebab bila prajurit sudah tidak memiliki sikap tsiqah pada pimpinannnya, maka makna ketaatan akan segera hilang dari jiwa mereka. Bila ketaatan sudah hilang, maka tidak mungkin ada eksistensi kepemimpinan dan karenanya pula tidak mungkin jamaah dapat eksis.

Oleh karena itulah, maka Imam Asy-Syahid menekankan rukun tsiqah dalam Risalah At-Ta'alim dan menjadikannya sebagai salah satu rukun bai'at. Imam Asy-Syahid juga menjelaskan urgensi rukun ini dalam menjaga soliditas dan kesatuan jamaah, ia mengatakan:

"...Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah – yang timbal balik - antara pimpinan dan yang dipimpin menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.

Rabu, 30 Maret 2011

Ikhtilaf dimata SalafusSoleh


Saat ini kita hidup pada zaman penuh fitnah, di antaranya fitnah iftiraqul ummah (perpecahan umat). Di antara banyak penyebab perpecahan itu adalah perselisihan mereka dalam hal pemahahaman keagamaan. Hanya yang mendapat rahmat dari Allah Ta’ala semata, yang tidak menjadikan khilafiyah furu’iyah (perbedaan cabang) sebagai ajang perpecahan di antara mereka. Namun, yang seperti itu tidak banyak. Kebanyakan umat ini, termasuk didukung oleh sebagian ahli ilmu yang tergelincir dalam bersikap, mereka larut dalam keributan perselisihan fiqih yang berkepanjangan. Mereka tanpa sadar ‘dipermainkan’ oleh emosi dan hawa nafsu.

Selasa, 08 Maret 2011

Indahnya Qiyamul Lail


Penulis: Ustadz Abu Hamzah Yusuf
Fiqh, 21 - Juli - 2003, 23:10:32
Qiyamul lail atau yang biasa disebut juga Sholat Tahajjud atau Sholat Malam adalah salah satu ibadah yang agung dan mulia , yang disyari’atkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai ibadah nafilah atau ibadah sunnah. Akan tetapi bila seorang hamba mengamalkannya dengan penuh kesungguhan, maka ia memiliki banyak keutamaan. Berat memang, karena memang tidak setiap muslim sanggup melakukannya.
Andaikan Anda tahu keutamaan dan keindahannya, tentu Anda akan berlomba-lomba untuk menggapainya. Benarkah ?

Senin, 07 Maret 2011

Hukum untuk orang yang meninggalkan sholat (I)

Penulis: Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimain
Fiqh, 11 - Maret - 2004, 00:23:48
PASAL PERTAMA
HUKUM ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT

Masalah ini termasuk salah satu masalah ilmu yang amat besar, diperdebatkan oleh para ulama dahulu dan sekarang.

Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan :“ orang yang meninggalkan shalat adalah kafir, kekafiran yang menyebabkan orang tersebut keluar dari Islam, diancam hukuman mati, jika tidak bertaubat dan tidak mengerjakan shalat.

Sementara Imam Abu Hanifah, Malik dan Syafi’i mengatakan :“ orang yang meninggalkan adalah fasik dan tidak kafir”, namun, mereka berbeda pendapat mengenai hukumannya, menurut Imam Malik dan Syafi’i “diancam hukuman mati sebagai hadd”, dan menurut Imam Abu Hanifah “diancam hukuman ta’zir, bukan hukuman mati”.

Hukum untuk orang yang meninggalkan sholat (II)

Penulis: Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin
Fiqh, 11 - Maret - 2004, 00:37:55
PASAL KEDUA
KONSEKWENSI HUKUM KARENA RIDDAH
YANG DISEBABKAN KARENA MENINGGALKAN SHALAT ATAU SEBAB YANG LAINNYA

Ada beberapa kosekwensi hukum baik yang bersifat duniawi, maupun ukhrawi, yang terjadi karena riddah ( keluar dari Islam ) :

PERTAMA : KONSEKWENSI HUKUM YANG BERSIFAT DUNIAWI :

1- Kehilangan haknya sebagai wali.
Oleh karena itu, dia tidak boleh sama sekali dijadikan wali dalam perkara yang memerlukan persyaratan kewalian dalam Islam, dengan demikian, ia tidak boleh dijadikan wali untuk anak anaknya atau selain mereka, dan tidak boleh menikahkan salah seorang putrinya atau putri orang lain yang dibawah kewaliannya.

Doa Setelah Makan dan Minum


Penulis: Ustadz Ahmad Hamdan
Fiqh, 28 - Juni - 2003, 10:14:46
Pada bulan Syawwal, umat Islam bergembira dengan datangnya hari Iedul Fitri. Hari itu merupakan hari berbuka atau hari dilarangnya berpuasa sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam sabdakan :
 ﻻَ
rﻋَﻦْ ﺑُﺮَﻳْﺪَﺓَ ﻗَﺎﻝَ : ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ  ﻳَﻐْﺪُﻭْ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺄﹾﻛﹹﻞَ ﻭَﻻَ ﻳَﺄﹾﻛﹹﻞُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍْﻷَﺿْﺤَﻰ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺮْﺟِﻊَ .﴿ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﺭﻗﻢ ٢٤٥، ﻭﺃﺣﻤﺪ ٣٣ و ٤٤، ﻭﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ ﺑﺎﺏ ٤٩، ﻭﺍﻟﺪﺍﺭﻣﻲ ﺑﺎﺏ٢١٧، ﻭﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺘﺪﺭﻙ ١/٢٩٤ ﻭﺻﺤﻴﺤﻪ، ﻭﺍﻟﻄﻴﻠﺲ ﺭﻗﻢ ٨١١، ﻧﻴﻞ ﺍﻷﻭﻃﺎﺭ ٣/٣٥٥، ﻭﺻﺤﻴﺤﻪ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﺤﻄﺎﻥ 
﴾Dari Buraidah ia berkata : “Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tidak pergi (shalat Ied) pada hari raya Fithri hingga ia makan dan tidak makan pada hari raya Adlha hingga ia pulang.” (HR. Tirmidzi nomor 245, Ahmad nomor 33 dan 44, Ibnu Majah bab 49, Ad Darimi bab 217, Al Hakim dalam Al Mustadrak 1/294, beliau menshahihkannya, Ath Thayalisi nomor 811, Nailul Authar oleh Asy Syaukani juz 3 halaman 355, hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Al Qahthan

Amalan yang dianjurkan dalam sepuluh hari Dzulhijjah


Penulis: Depag Saudi Arabia
Fiqh, 21 - Januari - 2004, 10:02:39
Pekerjaan yang dianjurkan pada hari-hari tersebut :
a. Shalat :
Disunnahkan bersegera menger-jakan shalat fardhu dan memperbanyak shalat sunnah, karena semua itu merupakan ibadah yang paling utama. Dari Tsauban radiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda :
Hendaklah kalian memper-banyak sujud kepada Allah, karena setiap kali kamu bersujud, maka Allah mengangkat derajat kamu, dan menghapus kesalahan kamu
Hal tersebut berlaku umum di setiap waktu.

b. Shoum (Puasa) :
Karena dia termasuk perbuatan amal shaleh. Dari Hunaidah bin Kholid dari istrinya dari sebagian istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, dia berkata:
Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam berpuasa pada tanggal sembilan Dzul Hijjah, sepuluh Muharram dan tiga hari setiap bulan (Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan Nasa’i).
Imam Nawawi berkata tentang puasa sepuluh hari bulan Dzul Hijjah : “ Sangat di sunnahkan “.

c.Takbir, Tahlil dan Tahmid.
Sebagaimana terdapat riwayat dalam hadits Ibnu Umar terdahulu : Perbanyaklah Tahlil, Takbir dan Tahmid pada waktu itu