Rabu, 06 April 2011

Seperti Engkau Malu terhadap Orang Shalih


 Oleh : Muhammad Lili Nur Aulia

Saudaraku,
Salah satu rahasia mahalnya anugerah Allah SWT kepada kita berada di jalan orang-orang shalih adalah, karena kita mendapat pencerahan dan penyegaran luar biasa dari mereka. Bisa karena ruh keshalihannya yang otomatis terpancar dari dirinya, atau bahkan dari kata-katanya. Atau bahkan suasana hati yang menjadi lebih tunduk, takut kepada Allah, urung melakukan kemaksiatan, karena keberadaan mereka.

Seperti dahulu, para sahabat Rasulullah SAW kerap meminta nasihat dan wasiat pada Rasulullah SAW, dalam banyak kesempatan. Dan Rasulullah SAW menyampaikan nasihatnya dengan sangat bijak dan begitu mengesankan. Hingga suatu ketika seorang sahabat bernama Sa'id bin Yazid Al-Azdi r.a. memnita pada Rasulullah SAW, "Nasihatilah aku..." ujarnya kepada Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW menjawab, "Aku wasiatkan engkau agar malu kepada Allah SWT sebagaimana engkau malu dari orang yang shalih." (HR. Ahmad)

Selasa, 05 April 2011

Rabithah - Izzatul Islam



Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma'rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela

Sepuluh Rukun Bai’at Hasan Al Banna


Sepuluh rukun bai’at. Bagi mereka yang terlibat dalam aktivitas dakwah, hal ini mungkin bukan sesuatu yang baru. Bagi Ikhwanul Muslimin atau Gerakan yang terinspirasi olehnya risalah kecil itu telah menjadi pokok kajian gerakan. Risalah itu telah memberi arahan metodologis bagi strategi perubahan sosial dan pembentukan organisasi yang kohesif.

Berikut adalah hasil refleksi mengenai sepuluh rukun bai’at itu. Refleksi yang distimulasi dari permintaan untuk mengisi sebuah acara di Jati Pulo. Refleksi ini adalah apa yang saya pahami dari keterangan, buku dan diskusi terkait dengan isi dari risalah ini.

Pertanyaan awal adalah apa yang dimaksud dengan rukun bai’at ? Rukun sebagaimana kita ketahui terkait dengan sah tidaknya sebuah aktivitas. Membaca al fatihah, rukuk, sujud adalah rukun sholat. Jika tidak dilakukan, sholat menjadi tidak sah. Apa makna rukun dalam rukun bai’ah ? Aktivitas yang jika tidak dikerjakan, sebuah tujuan bisa tidak bernilai. Dalam hal ini tujuan dari rukun bai’at ini adalah komitmen terhadap sebuah gerakan. Apa makna bai’at, barangkali ini sering menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan karena konotasi tertentu? Janji setia. Kenapa butuh bai’at, apakah syahadat saja tidak cukup bagi kita ?

Urgensi Tarbiyah Dzatiyah



Tarbiyah Dzatiyah adalah sejumlah sarana tarbiyah (pembinaan) yang diberikan oleh seorang muslim atau muslimah kepada dirinya sendiri untuk membentuk kepribadian Islami yang sempurna dalam segala aspeknya, baik ruhiyah, fikriyah, maupun jasadiyah. Dengan demikian, secara singkat tarbiyah dzatiyah bisa diartikan sebagai tarbiyah mandiri.

Urgensi Tarbiyah Dzatiyah
Setidaknya ada 8 Urgensi tarbiyah dzatiyah pada zaman sekarang ini: (1) Menjaga diri mesti didahulukan daripada menjaga orang lain, (2) Jika Anda tidak mentarbiyah diri Anda, siapa yang mentarbiyah Anda?, (3) Hisab kelak bersifat individual, (4) Tarbiyah dzatiyah itu lebih mampu menghasilkan perubahan, (5) Tarbiyah dzatiyah adalah saran tsabat dan istiqamah, (6) Sarana dakwah yang paling kuat, (7) Cara yang benar dalam memperbaiki realitas yang ada, dan (8) Karena keistimewaan tarbiyah dzatiyah.

Menumbuhkan Rasa Takut Kepada Neraka



Ikhwani wa akhwati hafidzhakumullah…
Neraka adalah tempat yang disediakan Allah SWT bagi orang-orang kafir, yakni orang-orang yang membangkang terhadap syariat Allah dan mengingkari Rasulullah SAW. Neraka merupakan wujud siksa Allah kepada musuh-musuh-Nya dan penjara bagi mereka yang berbuat dosa. Tempat ini adalah suatu kehinaan dan kerugian tiada taranya.

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ [آل عمران/192]
Ya Rabb kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh Engkau hinakan dia; tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun (QS. Ali Imran : 192)

وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ [آل عمران/131]
Dan peliharalah dirimu dari api neraka yang disediakan untuk orang-orang kafir. (QS. Ali Imran : 131)

Ikhwani wa akhwati hafidzhakumullah…
Sosok yang berdiri tegak menjaga api neraka adalah malaikat. Perawakannya besar. Ekspresi wajah dan suaranya amat garang. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang tidak pernah durhaka kepada Rabb yang menciptakan diri mereka. Mereka senantiasa patuh terhadap semua perintah Rabbnya. Perhatikan gambaran mereka dalam ayat Al-Qur’an berikut ini :